Postingan

KERETA API TERAKHIR (1981)

Gambar
Sebuah kisah yang didasarkan pada kegagalan Perjanjian Lingar Gati, tentu saja, disuguhkan dengan romantis, dengan pemandangan kepahlawanan dan kisah cinta di baliknya. Markas Besar Angkatan Darat di Yogyakarta memutuskan untuk membawa semua kereta api yang ada ke Yogyakarta. Kendaraan ini sangat penting untuk transportasi. Untuk itu, Letnan Sudadi (Rizawan Gayo), Letnan Firman (Pupung Harris), dan Sersan Tobing (Gito Rollies) bekerja sama dengan kolonel memantau semua kereta api yang berangkat dari stasiun Purwokerto. Gatot Subroto (Sundjoto Adibroto). Sudadi dikawal kereta pertama, dan Firman dan Tobin dikawal kereta terakhir. Itu ini naik kereta api bergelombang terakhir yang menjadi tema dari cerita: pengungsi penuh sesak dengan kereta api, serangan Belanda, dll Heroisme para karyawan kereta api, terutama konduktor Deddy Sutomo. Hal ini juga menceritakan kisah cinta antara Firman dan dua Retno yang pada awalnya kembar.

TJOET NJA' DHIEN (1988)

Gambar
menceritakan tentang perjuangan gigih seorang wanita dari tanah Rentjong Aceh (baca Cut Nyak Dien ) dan teman-teman seperjuangannya melawan tentara Belanda yang menduduki Aceh di kala masa penjajahan Belanda di zaman Hindia Belanda. Perang antara rakyat Aceh dan tentara Kerajaan Belanda ini menjadi perang terpanjang dalam sejarah kolonial Hindia Belanda. Film ini tidak hanya menceritakan dilema-dilema yang dialami Tjoet Nja' Dhien sebagai seorang pemimpin, tetapi juga yang dialami oleh pihak tentara Kerajaan Belanda kala itu, dan bagaimana Tjoet Nja' Dhien yang terlalu bersikeras pada pendiriannya untuk berperang, akhirnya dikhianati oleh salah satu orang kepercayaannya dan teman setianya, Pang Laot yang merasa iba pada kondisi kesehatan Tjoet Nja' Dhien yang menderita rabun dan encok, ditambah penderitaan berkepanjangan yang dialami para pejuang Aceh dan keluarga mereka.

JANUR KUNING (1979)

Gambar
Film ini menceritakan tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia dalam meraih kembali kemerdekaannya yang direbut kembali oleh pasukan sekutu. Latar belakang yang diambil adalah di sekitar peristiwa Enam Jam di Yogya. Tokoh-tokoh nyata yang ditampilkan di sini di antaranya adalah Soeharto, Jenderal Sudirman, dan Amir Murtono. Janur kuning adalah lambang yang dikenakan para pejuang di lengan sebagai tanda perjuangan kemerdekaan tersebut. Pasca jatuhnya Soeharto Pada bulan September 1998, empat bulan setelah jatuhnya Soeharto, Menteri PeneranganYunus Yosfiah menyatakan bahwa film ini tidak akan lagi menjadi bahan tontonan wajib, dengan alasan bahwa film ini adalah usaha untuk memanipulasi sejarah dan menciptakan kultus dengan Soeharto di tengahnya.

PASUKAN BERANI MATI (1984)

Gambar
Masa ini terjadi pada saat perang kemerdekaan, dimana sebuah kota kecil telah direbut oleh tentara Belanda setelah menjatuhkan bom-bom dan menyerang kota tersebut dengan gencar oleh pasukan-pasukan Belanda yang diperkuat kendaraan-kendaraan Panser. Kapten Bondan sebagai Komandan pasukan di kota itu memerintahkan pasukannya untuk mengundurkan diri bersama penduduk guna menyusun kekuatan untuk mengadakan serangan gerilya. Sebenarnya rencana ini tidak disetujui oleh Letnan Haryono. Tapi sebagai bawahan ia harus mentaati perintah atasan.   Sementara itu, pasukan Belanda di bawah pimpinan Mayor Otto Van Der Byck memasuki kota kecil tersebut dengan penuh kebanggaan karena telah dapat menguasainya.   Penduduk yang sedang mengungsi banyak yang menjadi korban karena gempuran-gempuran bom dan serangan pasukan Belanda. Rumah-rumah hancur lebur.  Dan dari tempat pengungsiannya, Kapten Bondan mulai mengatur siasat untuk menyergap patroli-patroli Belanda dan menghancur pos-...

SANGKURIANG (1982)

Gambar
Karena malas mengambil teropong benangnya yang jatuh, Dayang Sumbi (Suzanna) mengucap: kalau ada yang membantu mengambilkan teropong, maka akan dijadikan suami. Ternyata Lengser (Baun Gazali), pegawai kerajaan, yang mengambilkan. Maka ayah Sumbi, Raja Prabangkara (Ratno Timoer), yang playboy, marah ketika mendengar Dayang Sumbi nhamil. Lengser jadi anjing ketika diumpat raja. Sumbi diusir ke hutan. Lahirlah Jaka Sona (Ryan Hidayat), yang selalu ditemani Tumang, anjing, ayahnya yang tidak dikenalinnya. Ketika Sumbi minta hati manjangan, Jaka mencarikan. Karena kesal tidak dapat menjangan, ia takut-takuti Tumang. Panah melesat, Tumang tewas dan kembali jadi manusia. Ia paksa hatinya diambil Jaka dan diserahkan pada Sumbi. Ketika tahu Tumang tewas, Sumbi marah dan mengusir Jaka, yang lalu bernaung di sebuah gua. di sinilah ia mendengar suara gaib, bertapa sembilan tahun, mendapat kesaktian dan berubah menjadi Sangkuriang (Clift Sangra). Ia lalu turun gunung membantu rakyat yan...

PANJI TENGKORAK (1971)

Gambar
Kebobeok (Maruli Sitompul) menyamar menggunakan topeng tengkorak dan berhasil merampas pedang pusaka dan membunuh pemiliknya. Dewi Bunga (Shan Kuang Ling Fung), gadis murid korban pembunuhan itu, dendam kepada pada Panji Tengkorak karena topengnya yang sama dengan pembunuh gurunya. Ia lalu berguru pada Muri (Rita Zahara) dan setelah itu berkelana mencari Panji Tengkorak. Dalam perjalanannya ia dikeroyok anak buah Kebobeok, dimana Panji Tengkorak asli (Deddy Sutomo), yang tak menggunakan topeng datang membantu. Dalam perjalanan selanjutnya, Dewi Bunga berhasil menyelamatkan seorang gadis, Mariani (Lenny Marlina), yang sedang mencari adiknya yang diculik gerombolan Kebobeok. Dari cerita Mariani, diketahui bahwa Panji Tengkorak sebenarnya adalah pendekar budiman. Dewi Bunga dan Mariani lalu menyerbu markas Kebobeok, dan membebaskan Panji Tengkorak yang disekap gerombolan tersebut. Dibantu gurunya, Muri, mereka berhasil menumpas gerombolan jahat Kebobeok

SI PITUNG (1970)

Gambar
Pitung bak koboi yang menyelesaikan satu masalah dan pergi. Si Pitung (Dicky Zulkarnaen) yang berguru pada H. Naipin (M. Panji Anom), mendapat kekuatan untuk melawan penindasan yang dilakukan para tuan tanah terhadap rakyat kecil. Dengan bantuan sahabatnya, Dji'ih (Sandy Suwardi), ia menghajar centeng-centeng bayaran para tuan tanah, begitu juga opas-opas kompeni. Untuk membantu orang-orang kampung, Pitung dan Dji'ih merampok rumah Baba Long Seng, seorang tuan tanah yang mengambil sawah-sawah rakyat. Hasil rampokan itu kemudian dibagi-bagikannya kepada orang-orang kampung yang susah. Komandan Polisi Kompeni (A. Hamid Arief), mendapat jalan untuk menghalangi Pitung, yakni dengan menangkap orang-orang yang dekat dengan Pitung. Pitung kemudian menyerahkan diri dan dipenjara. Berkat bantuan Dji'ih dan ilmu tenaga dalam yang dimilikinya, ia berhasil lolos dari penjara. Di akhir cerita, Kompeni menculik Aisyah (Paula Rumokoy) untuk dijadikan istri ketiga Demang Meeste...